Yoo-Mi Wasurinaide

Standar

Aku terduduk di tempat tidurku di saat matahari pagi menampakkan sinarnya.

Aku memikirkan semua dirimu, tentang dirimu yang sangat ku cintai. Meski aku tidak melihat dirimu yang selalu ada di sampingku, menemani hari-hari ku…

 

I sit on my bed and think of you

It’s alright even if I can’t see you…

 

Aku merindukanmu. Tapi rasa rindu ini terasa cukup..

Memori tentang dirimu kembali terputar. Memori itu sangat jelas. Aku teringat akan senyummu, wajah mu, pipimu yang merona di saat aku menggoda mu.

#flashback

“Seungmi, kau terlihat cantik..

Tidak.. Tapi sangat cantik, aku menyukai pipi mu saat merona ini.” Aku melihat ia memalingkan wajah dan pipi nya terlihat merona. ‘Manis’. Aku pun mencubit kedua pipnya.

“Auch.. Appo Yoochun.” Katanya sambil mengusap kedua pipinya yang aku cubit. Aku hanya tertawa dan menarik pipnya lalu ku cium lembut kedua pipinya itu.

#Flashback:Off

I miss you, but just this feeling is enough

The memories of you remain, they’re so strong

 

Ponselku berdering, aku mengangkatnya. Setelah menyelesaikaan pembicaraan ku, aku mengecheck message list ku,

‘Ku mohon, lupakan aku. Jangan mengingatku lagi. Karena suatu saat aku akan melupakan mu Yoochun, tinggalkan aku’

Tak sengaja aku melihat pesan terakhir yang kau kirimkan. Dan pesan itu membuat dadaku terasa sesak..

Sesak oleh rasa yang sangat menyakitkan.. Rasa sesak yang menyebabkan kehampaan dihatiku..

 

I read a short message from you and it makes my chest tighten painfully

 

Meski begitu, aku tetap ingin menjaga kebahagiaan mu selamanya.. Bodohnya aku menuruti yang kau pinta.. Aku hanya ingin melihat mu bahagia. Mungkin ini memang yang terbaik.

 

But I want to keep protecting your eternal happiness

 

Aku akan menjadi angin dan akan berada di sekitarmu..

Sekarang aku ingin terbang kedunia dimana kau berada..

 

I’ll become the wind and wrap gently around you

Right now, I want to fly to a world with you in it

 

Meskipun, meskipun aku ingin melihat mu.. Sangat ingin melihat mu,

Aku sangat amat merindukan mu..

Aku akan tetap menunggu dirimu..

#Flashback:On

“Seungmi, kau dimana?” Tanyaku setelah dia mengangkat telfonnya.

“Aku dirumah Yoochun, wae?” Katanya.

“Bukankah kita berjanji untuk bertemu di cafe shinki?” Tanya ku lagi.

“Benarkah? Kapan kita berjanji?” Katanya yang mebuatku heran, Seungmi bukan tipikal orang yang mudah untuk melupakan sesuatu.

“Kita berjanji untuk bertemu hari ini seperti satu tahun yang lalu.” Kata ku lagi.

“Memang satu tahun yang lalu ada apa?” Tanyanya lagi. Dan perkataannya yang ini membuatku sangat kaget.

“Satu tahun yang lalu adalah hari pertama kalinya kita bertemu.” Kataku.

“Benarkah?” Katanya dengan nada yang sedikit ragu. Saat mendengarnya aku merasa kaget.

“Ah.. Lupakan saja.” Aku pun menutup telfon kami. Aku meminum coffe yang sudah ku pesan.

Sudah sekitar setengah jam aku berada disana, aku pun memutuskan untuk pulang saja. Entah apa yang terjadi pada seungmi.

 

Saat di pintu keluar aku melihat Seungmi datang nafasnya tersenggal seakan dia baru saja berlari jauh.

“Yoochun, mian.. Aku lupa.. Tadi aku hanya bercanda.. Ia.. Aku hanya bercanda dan ingin mengetes mu saja..” Katanya masih tersenggal berusaha mengambil nafas lalu dia pun tertawa. Aku segera menariknya kepelukan ku,

“Aku takut, aku takut kau serius, aku takut kau benar-benar melupakkannya. Jangan lupakan aku.” Kata ku. Bisa kurasakan kepalanya bergerak yang memberikan tanda bahwa ia meng-iakan pernyataan ku.

 

Jadi, jangan lupakan aku..

 

Even though I want to see you so much..

I miss you so much…

I’m waiting for you, don’t forget me

***

Aku segera mandi di pagi hari.. Aku ingin menyegarkan fikiranku, mungkin aku akan berolah raga dahulu..

***

Dan disinilah aku sekarang, di sebuah jalan yang biasa kita lalui..

Entah mengapa aku seakan melihat refleksi dirimu..

On the path we’d always walk, I felt your presence

Perlahan aku menutup mataku, aku berharap bahwa perasaan ku yang mengatakan kau berada di sisi ku tidak akan pernah menghilang.. Aku berharap itu bukan halusinasi ku saja..

 

Silently, I close my eyes and pray that it’ll never disappear

***

Tanpa sepengetahuan siapapun kau menyimpan sesuatu rahasia yang aku yakin itu memberatkan mu.

Seungmi

Kenapa kau tetap tertawa dan tersenyum kepadaku??

Aku selalu ingat keceriaanmu itu

 

Without acknowledging the things that hurt you deeply,

you just kept on laughing and smiling

I’ll always remember and cherish that

#flashback:On

“Yoochun, menurutmu kata apa yang memiliki makna yang luar biasa.” Tanya mu tiba-tiba seraya menatap ke arah mataku. Aku berfikir sejenak.

“Saranghae..” Kataku pada akhirnya.

“Aku akan tetap mengatakan kata itu.” Aku menarik nafasku.

“Meskipun hanya kata ‘saranghae’ yang kugunakan tapi aku merasa kata itu luar biasa, karena dapat menggambarkan seperti apa perasaan ku padamu. Hanya dengan satu kata itu dapat membuat seseorang merasa bahagia.” Kata ku sambil menatapnya.

#Flashback:Off

Aku teringat saat-saat itu lagi. Saat itu kau terlihat sangat terkejut saat aku mengatakan apa yang kufikirkan. Kau seakan-akan menganggapku seperti orang bodoh yang bisa mengucapkan kata-kata bermakna itu.

Aku tersenyum mengingatnya dan kembali melanjutkan olah ragaku.

 

And I’ll keep yelling out to the world, even if the words I use are but ordinary

 

Malam hari ku terasa begitu berbeda, biasanya akan ada Seungmi di sampingku, menemaniku.

***

Aku terbangun dimalam hari, entah mengapa aku seolah-olah bisa merasakan kehadiranmu.

Aku merasakan aroma mu berada di sekitarku. Aku kembali merasa kau berada di sampingku. Aromamu, wajah polos mu itu terasa begitu nyata. Aku melangkahkan kaki ku menuju dapur. Kubuka lemari pendingin ku dan mengambil sebotol air mineral.

 

The nights touched by you…

It’s enough to break me;

#flashback:On

“Seungmi?” Aku melihatnya, aku melihat ia sedang kebingungan mencari sesuatu.

“Ah, Siwon-ssi, kenapa kau terbangun?” Katanya padaku. Yang dia ingat aku bukanlah Yoochun. Tapi yang dia ingat adalah mantan kekasihnya yang dulu. Siwon, Choi Siwon.

“Aku merasa haus, apa yang kau lakukan?” Tanya ku.

“Aku lupa aku mencari apa. Bodoh sekali ya aku..” Dia tertawa. “Apa yang sedang ku cari ya Siwon-ssi.” Katanya lagi masih mencari-cari barang yang tidak ia ketahui di atas meja.

Aku menariknya untuk duduk di kursi, ku tuangkan air kedalam gelas dan memberikan itu padanya.

“Kamsahamnida.” Katanya lalu meminum air itu.

“Apa kau sudah mengingat apa yang kau cari?” Tanyaku seraya mengambil kursi dan duduk di sebelahnya. Ia menggelengkan kepalanya.

“Tak apa. Mungkin kau lelah.” Kataku lalu menariknya kedalam pelukkan ku.

“Siwon-ssi..” Panggilnya. Itu bukan namaku. Tapi setiap dia memanggil namaku aku merasa kalau yang dia panggil adalah aku.

“Hemm??” Aku meresponnya seraya memainkan rambutnya.

“Kenapa kau begitu baik padaku? Kita kan tidak begitu dekat.” Katanya lagi.

“Kau ingin tahu?” Tanya ku lagi. Dia melepaskan pelukan ku dan duduk menatap mata ku. “Aku begini karena aku mencintai mu.. Saranghae…” Kata ku.

your fragrance hanging in the air and these feelings that build up, baby

 

“Kita kan baru bertemu, tapi kau sudah mengajakku tinggal bersama mu. Kau sangat baik Siwon-ssi.” Kata nya lagi.

“Seungmi, kau benar-benar tidak mengenali ku?” Tanya ku.

“Kau itu, Choi Siwon kan?” Katanya lagi.

“Anni, aku bukan Choi Siwon, aku Park Yoochun. Junnie mu..” Kata ku, aku sudah tidak tahan melihat Seungmi seperti ini.

“Park Yoochun? Kau bercanda Siwon-ssi, Junnie itu apa? Aku tidak tahu.” Katanya lagi. Ia bangkit dari tempat duduknya. Aku menarik tangannya.

“Aku Park Yoochun, bukan Choi Siwon. Aku adalah suami mu, kita sudah menikah satu tahun yang lalu.” Kata ku pada akhirnya.

“Ak… Aku belum menikah. Aku tidak mengenal Park Yoochun.” Katanya ragu. Dia terlihat bingung.

“Kau sudah menikah.. Kita sudah menikah.” Kata ku sedikit lebih keras. Aku terlalu terbawa emosi.

“Kau bohong.. Aku belum menikah.” Katanya lagi, ia berlari menuju kamarnya.

#flashback:off

Aku ingat, kau sama sekali tidak mengingatku. Kau terkena penyakit itu tapi kau tidak memberitahukan ku sama sekali. Tapi rasa cinta ku pada mu tidak akan pernah berakhir, tidak akan pernah berubah. Aku akan selalu mengenggam tangan mu, dimana pun kau berada. Dan aku yakin kita tidak akan pernah berakhir. Biarkan aku yang mencintaimu.

So that this’ll never end,

I’ll hold your hand even tighter

So that we’ll never be separated…

Aku memutuskan untuk kembali ke kamar ku. Ponselku berdering, sebuah pesan singkat.

From: Seungmi

Yoochun, mian..

Mian karena selama ini aku melupakan mu, aku tidak bermaksud seperti itu. Kumohon maafkan aku. Aku salah.. Aku salah karena melupakan mu. Sekarang aku ingin meminta kau melupakan aku, karena aku tidak pantas untuk dirimu.

Aku akan selalu mencintai mu meski aku melupakanmu, aku akan selalu menyayangi mu..

Saranghae

Aku segera manghubungi ponselnya, tapi ia tidak mengangkatnya.

“Seungmi mengingatku.. Dia mengingat ku.” Kata ku pada diri sendiri. Aku segera mengeluarkan mobil dan pergi menuju rumah orang tua Seungmi. Dia berada di sana.

***

“Yoochun, ada apa?” Tanya seorang yeoja yang sudah separu baya.

“Eomonim, dimana Seungmi?” Tanya ku langsung.

“Dia ada di kamarnya. Kenapa?” Katanya lagi.aku pun segera melangkah masuk menuju kamar Seungmi.

Ku buka pintu kamarnya, aku memasuki kamar yang bernuansa putih itu. Di dekat jendela aku melihatnya. Melihat wanita yang selalu ku cintai. Dia sedang menatap langit malam. Padahal ini sudah tengah malam. Aku menghampirinya dan memeluknya dari belakang. Ia tersentak kaget. Aku menaruh kepala ku di lekukan lehernya.

“Yoochun..” Katanya pelan, ia menaruh tangannya di atas kedua tanganku yang mengikapt pinggang rampingnya.

“Kau mengingat ku.” Kata ku pelan. Dia menganggukan kepalanya.

“Yoochun, boleh kah aku meminta sesuatu?” Tanyanya. Ia membalikan badannya menghadap kearahku.

“Apa?” Jawabku.

“Kumohon, lupakan aku. Carilah wanita yang lebih baik, carilah seseorang yang sehat. Yang mencintaimu.” Katanya.

“Anni.. Aku tidak mau.. Aku tidak mau.” Kata ku lalu aku menariknya lagi, mengenggelamkan wajahku di tengkuknyam.

“Kau harus. Kau harus melupakanku. Karena aku pasti akan melupakan mu suatu saat nanti. Mungkin akan lebih parah dari yang sudah-sudah. Aku akan menjadi bebanmu saja. Aku tidak mau seperti itu. Aku tidak mau membuatmu menderita karena aku.” Katanya sambil terisak, bisa kurasakan bajuku basah karena air matanya.

“Tak apa.. Tak apa.. Yang kumau hanya dirimu. Aku tak peduli apapun. Asalkan kau bersama ku, aku tak apa. Jika kau melupakan aku, aku akan mengingatkan mu lagi. Besok. Besok nya lagi, besok nya lagi, dan seterusnya.” Kata ku. Kuhapus air mata yang mengaliri pipinya. Aku pun mulai meneteskan air mata ku.

“Tapi itu akan membuat mu kerepotan, aku akan menyusahkan mu.. Tinggalkan aku.. Kumohon.. Aku tidak pantas untuk mu..” Kata Seungmi dengan air mata yang masih menetes.

“Kau memang tidak pantas untukku.” Kata ku. Seungmi mendongakkan kepalanya.

“Yoochun..” Seungmi terlihat tidak percaya. Air mata itu makin deras membanjiri pipinya.

“Kau tidak pantas menjadi milikku. Kau tidak pantas menjadi Park Seungmi. Park Seungmi yang ku kenal tidak seperti mu. Seungmi yang ku kenal adalah Seungmi yang selalu ceria, tersenyum dan optimis. Seungmi ku adalah wanita terhebat yang ku miliki. Dan kau seperti bukan Park Seungmi.” Kata ku.

“Tapi.. Tapi aku.. Aku sudah sempat melupakan mu, aku sempat meninggalkan mu, dan aku menganggap kau adalah Choi Siwon. Aku sudah tidak bisa…” Kata Seungmi lagi ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“Aku tak masalah. Bagi ku itu tak masalah. Karena aku tahu hatimu tidak akan melupakan ku, hati mu tidak akan meninggalkan ku. Dan cinta mu pasti hanya untuk ku. Meski kau melupakan ku, meninggal kan ku. Tapi aku yakin kau masih mengingat ku. Ia aku yakin.” Aku menarik nafasku. “Aku yakin karena aku percaya pada mu, jika kau melupakan ku, aku akan mengingatkan mu. Jika kau meninggal kan ku, aku akan mencegah mu pergi. Jadi ku mohon, jangan menjauh dari ku.” Kata ku. Aku menarik tangan yang menutupi wajahnya, menyingkirkan helaian rambut yang menghalangi wajah indahnya. Ku dekatkan wajah ku. Aku mencium bibirnya lembut. Tanpa paksaan dan tanpa tuntutan.

“Mian.. Mianhe karena sudah membuatmu menjadi kerepotan.” Kata Seungmi tersenyum.

“Ini baru Seungmi ku.” Kata ku tersenyum juga dan tak terasa setetes ait mata mengalir di pipiku, segera ku hapus.

“Wasurinaide.” Kata ku..

Kami pun tertidur..

***

Matahari pagi mulai menampakkan sinarnya. Aku membuka mataku dan melihat sosok yeoja cantik yang sedang tertidur di pelukan ku. Tidurnya terlihat sangat nyaman.

“Eung..” Dia terbangun, dan membuka matanya.

“Ohayou…” Kata ku, ku cium lembut bibirnya. Ia terlihat kebingungan.

“Kau siapa? Kenapa kau ada di kamar ku?” Tanyanya. Ternyata penyakitnya sudah kambuh lagi.

“Aku Park Yoochun.” Kata ku sambil tersenyum miris.

“Park Yoochun? Kau siapa ku?” Tanya ia lagi.

“Aku suami mu…”

 

END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s